Jumat, 21 September 2012

laporan maserasi


LAPORAN HASIL PRAKTIKUM KIMIA (MASERASI )

DASAR TEORI
Maserasi adalah proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada temperatur ruangan (kamar). Secara teknologi termasuk ekstraksi dengan prinsip metode pencapaian konsentrasi pada keseimbangan (Sidik dan Mudahar, 2000).Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari, tidak mengandung zat yang mudah mengembang dalam cairan penyari, tidak mengandung benzoin, sitrak, dan lain-lain. Maserasi dilakukan dengan merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Cairan penyari yang digunakan dapat berupa air, etanol, air-etanol, ataupelarut lain.
Cairan penyari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif, zat aktif akan larut dan karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif didalam sel dan diluar sel, maka larutan terpekat akan terdesak keluar. Peristiwa ini berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dan didalam sel.
Pada umumnya maserasi dilakukan dengan cara 10 bagian simplisia dengan derajat kehalusan yang cocok, dimasukkan kedalam bejana kemudian dituangi dengan 75 bagian cairan penyari, ditutup dan dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya, sambil berulang-ulang diaduk. Setelah 5 hari diserkai, ampas diperas. Pada ampas ditambahkan cairan penyari secukupnya, diaduk dan diserkai sehingga diperoleh seluruh sari sebanyak 100 bagian. Bejana ditutup, dibiarkan ditempat sejuk, terlindung dari cahaya, selama 2 hari kemudian endapan dipisahkan.
Pengadukan pada proses maserasi dapat menjamin keseimbangan konsentrasi bahan yang diekstraksi lebih cepat didalam cairan penyari. Hasil penyarian dengan cara maserasi perlu dibiarkan selama waktu tertentu. Hal ini dilakukan untuk mengendapkan zat-zat yang tidak diperlukan tetapi ikut terlarut dalam
cairan penyari, seperti: malam dan lain-lain.
Modifikasi maserasi antara lain:
1. Remaserasi.
2. Maserasi kinetik.
3. Digesti.


Alat :
Ø  2 buah botol sedang
Ø  Penyaring teh
Ø  Gelas kimia
Ø  Pipet tetes
Ø  Corong
Ø  Pisau cutter
Bahan :
Ø  Bunga (segar)berbau wangi segenggaman
Ø  Minyak sayur 100 ml
Ø  Mawar ,melati , kantil , pandan ,dan kenanga
Ø  Methanol atau alcohol
Langkah kerja :
Ø  Potong tipis-tipis bunga segar yang telah disiapkan
Ø  Siapkan dua buah botol dan tuangkan minyak atau methanol pada masing – masing botol
Ø  Masukan irisan bunga segar dan tutup rapat
Ø  Letakan di tempat teduh dan biarkan selama satu minggu
Ø  Setelah satu minggu amati hasilnya dan lakukan penyaringan
Ø  Ukur hasil maserasi
Hasil pengamatan
No
Jenis yang diamati
Perbandingan
Tingkat keharuman
1
Bunga mawar
Setelah minyak disaring lebih jernih
Seperti agar-agar
2
Daun pandan
Setelah minyak disaring lebih keruh
Seperti bubur





Pembahasan
Minyak atsiri atau minyak eteris atau minyak terbang adalah minyak yang mudah menguap dan diperoleh dari tanaman penghasilnya. Minyak atsiri banyak digunakan dalam industri sebagai bahan pewangi atau penyedap. Beberapa jenis minyak atsiri dapat digunakan sebagai bahan antiseptic (Guenther, 1987).Minyak atsiri dari suatu tanaman tertentu secara umum mempunyai komposisi kimia tertentu yang pada prinsipnya memberikan aktivitas anti mikroba yang spesifik khususnya untuk bakteri S. aureus dan E. coli. Komposisi dari minyak atsiri sangat bervariasi, dan terdiri dari beberapa komponen yang sangat kompleks. Tetapi sebagian besar minyak atsiri terdapat dalam bentuk terpena.Terpena hidrokarbon dibedakan menjadi:
1. Hemiterpena, (C5H8), dan turunannya
2. Monoterpena, (C10H16), dan turunannya
3. Seskuiterpena, (C15H16), dan turunannya
4. Diterpena, (C20H32), dan turunannya
5. Tritepena, (C36H48), dan turunannya
6. Politerpena, (C10H16)x, dan turunannya
Hemiterpena, monoterpena, dan seskuiterpena merupakan komponen utamaminyak atsiri dan mudah menguap bersama air (Stahl, 1985).
Parfum (minyak wangi) dibuat dari minyak mawar yang merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang diperoleh dari proses penyulingan dan penguapan lumatan daun-daun mahkota. Teknik penyulingan mawar berasal dari Persia yang menyebar ke Arab dan India.
Pada saat ini, kebutuhan minyak mawar dunia sebanyak 70%-80% dipenuhi oleh pusat penyulingan mawar di Bulgaria sedangkan sisanya dipenuhi oleh Iran dan Jerman. Penyulingan minyak mawar di Bulgaria, Iran, dan Jerman menggunakan mawar damaskus Rosa damascena 'Trigintipetala,' sedangkan penyulingan di Perancis menggunakan jenis Rosa centifolia. Minyak mawar berwarna kuning pucat atau kuning keabu-abuan juga disebut minyak 'Rose Absolute' untuk membedakannya dengan minyak mawar yang sudah diencerkan. Penyulingan menghasilkan minyak mawar dengan perbandingan 1/3.000 sampai 1/6.000 dari berat bunga, sehingga dibutuhkan 2.000 bunga mawar untuk menghasilkan minyak mawar sebanyak:1gram.
Minyak mawar terdiri dari geraniol beraroma wangi yang mempunyai rumus kimia C10H18O dengan rumus bangun CH3.C[CH3]:CH.CH2.CH2.C[CH3]:CH.CH2OH dan l-sitronelol; serta rose camphor (parafin tanpa bau).

kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan selama 7 hari ternyata hasil minyak mawar lebih jernih dibanding dengan daun pandan dan bau minyak mawar seperti agar-agar sedangkan bau minyak daun pandan seperti bubur.
Pemanfaatan minyak atsiri sangat bervariatif, tergantung dari bagian tanaman mana dia diambil. Sebagai contoh adalah minyak cengkeh dapat diambil dari bunganya (clove bud oil) aromanya fruity, bisa juga dari tangkainya (clove stem oil) ataupun dari daunnya yg telah berguguran (clove leaf oil) keduanya memiliki aroma spicy, walaupun berbeda kandungan eugenolnya. Minyak pala bisa juga diambil dari biji (buah) pala ataupun daun pala.

Minyak atsiri yang diambil dari bagian-bagian tanaman itu akan memiliki komposisi kimia yang berbeda-beda dan tentunya pemanfaatannya untuk aromatherapy juga akan berbeda. Ada suatu hasil riset yang menyimpulkan, bahwa pemanfaatan minyat atsiri sebagai aroomatherapy dibagi sesuai anatomi tumbuhan. Untuk minyak atsiri yang diambil dari bagian atas tanaman (bunga dan biji) : misalnya minyak bunga cengkeh, minyak melati, minyak bunga mawar, minyak bunga lavender, minyak biji pala, lebih banyak dimanfaatkan untuk aromatheraphy bagian kepala, rangsangan otak, dan untuk minyak bunga melati sering dimanfaatkan untuk penderita insomnia dan tidak boleh dipakai untuk wanita yang sedang hamil karena akan menyebabkan kandungannya keguguran.

Untuk minyak atsiri yang diperoleh dari bagian tengah tanaman (batang, ranting, daun, kulit kayu) misalnya minyak kayu manis, minyak kayu putih, minyak gaharu, minyak massoi lebih banyak dipakai untuk pengobatan didaerah bagian mulut dan tenggorokan dan sebagai aroma makanan diindra oleh indra pengecap. Adapun minyak atsiri yang diekstrak dari bagian bawah (akar) misalnya minyak jahe, minyak akar lawang, minyak akar wangi, lebih banyak dipakai untuk pengobatan saluran pencernaan ke bawah, dan juga untuk kulit luar.

Parfum sangat berbeda dengan minyak atsiri, karena didalam parfum sudah mengandung senyawa kimia sintetis.
 Didalam parfum, ada istilah top note, middle note, dan bottom note. Golongan top note : kelompok minyak atsiri yg paling mudah menguap ini yang merupakan kesan awal yg muncul ketika parfum itu dipakai. Golongan middle note : kelompok minyak atsiri/bahan kimia sintetis yg daya menguapnya lebih rendah, dan yang terakhir adalah bottom note : kelompok minyak atsiri/kimia sintetis yg paling sulit menguap (walaupun masih dalam kelompok minyak yang mudah menguap). Peran dari middle note dan bottom note adalah sebagai fixative (pengikat bau) dari yang top note shg bau akan tahan lama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar